Jumat, 18 Juni 2010

Yovita






Y O V I T A






Bila kakiku terperosok, aku menyebut namanya....

Aku bermimpi dalam tidurku hidup bersama dia....
Apabila di sebut nama Yovita....
Hilanglah kekuatan jiwaku....
Hatiku seperti sirna di telan namanya....
Demi Tuhan, hampir saja aku gila karena memikirkannya....
Dadaku sesak karena rindu....



Cinta kasih dan sayang telah menyatu....
Mengalir bersama aliran darah di tubuhku....
Cinta bukanlah harapan atau ratapan....
Walau tiada harapan, aku akan tetap mencintainya....
Pandangan telah tertunduk dan matapun terpejam kepada selainnya....



Sungguh beruntung orang yang memilki kekasih....
Yang menjadi karib dalam suka maupun duka....
Karena Tuhan akan menghilangkan dari qolbu rasa sedih, bingung dan cemas....



Walaupun Yovita jauh, kasih sayangku tidak berubah....
meskipun tubuhku binasa dan jasadku menyatu dengan tanah....
Namun cinta telah mengirimkan cahaya....
Dengan Cahaya itu aku hidup dan tidak menjadi gila....




Cintaku murni, jauh dari dorongan nafsu syahwat....
Bagi pecinta....
Kebahagiaan dan kesedihan sama indahnya....
Karena cinta sejati tidak mengenal kesia-siaan.